Dengan gaya nya sbg orang kaya baru dia menyuruhku utk mengikuti bimbingan belajar disalah satu Bimbel terkemuka di kota Medan. Dia menawarkan dirinya utk bertanggung jawab utk smua hal mengenai biaya. Namun aku menolak utk mengikuti bimel yg dia maksud, dia marah dan merendahkan pilihanku.
Awalnya tak ada masalah..
Namun dengan seiring berjalannya waktu dia tak kunjung melaksanakan kewajibannya. Aku pun menagih #gak salahkan kalo aku nagih?
Disinilah malapetaka itu muncul.
Dia merasa telah melunasi sluruh biaya itu. Memang dia pernah memberi uang sebesar 2 juta bbrp hari sebelum lebaran. Ya aku fikir uang itu adalah uang utk tahunan tp baginya itu adalah uang utk membayar bimbel. Dia malah mengungkit-ngunkit masa lalu.
Nggak ngerti deh ya. Ada nggak ya ke iklasan dia sbg +*='??? Mungkin dia emang ngga pernah merasakan gimana beratnya punya #-*+. Biaya pendidikan itu ga cukup 2 JUTA!
Trs hari ini 17 jan 2011 ku tagih dn dia ingin menemuiku diskolah. Seharian aku tunggu tapi tak kunjung datang aku pun berfikir keras bagaimana caranya spy uang itu srgera ada ditangan krn aku membutuhkannya. Ku beri alasan kalo aku ada jadwal rapat di audit. Awalnya ketidakpastian yg aku terima. Aku pun memutuskan utk pulang setibanya dirumah dia menelfon ku dn mengatakan sudah tiba di auditorium. Sungguh kesal bukan kepalang...! Nggak ngerti apa maunya dia!
Justru aku dimarahi,dibentak,dikasari. Seharusnya aku yg melakukan itu,....!!!
Kayak pengemis aku!!!! Sakit loh rasanya! Gak akan ku ulangi!!! Pergilah kau sdgn tanggung jawab mu itu!
hmm..
BalasHapus